Pengurus NU Ranting Rejosari Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Mantapkan Kompetensi Fardhu Kifayah Warga

MADIUN, nukebonsari.or.id — Sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamalan keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Rejosari sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah. Kegiatan ini bertempat di serambi Masjid Baitus Salam, Dusun Serut, Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, pada Ahad (25/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.30 WIB ini diikuti dengan antusias oleh warga dan masyarakat Desa Rejosari. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Gus M. Jauhar Ansori, S.Pd.I., M.Pd., yang memaparkan materi sekaligus mempraktikkan tata cara pemulasaraan jenazah secara komprehensif sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Ketua NU Ranting Rejosari, Drs. H. Sunyata, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam melaksanakan fardhu kifayah. Menurutnya, pemahaman mengenai tata cara merawat jenazah—mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan—merupakan ilmu penting yang harus dikuasai oleh setiap lingkungan masyarakat agar tidak terjadi ketergantungan pada orang tertentu saja.

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan pemulasaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, serta memperkuat kepedulian sosial dan keagamaan di lingkungan warga," ujar Drs. H. Sunyata dalam arahannya.

Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan interaktif, di mana para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan teori, tetapi juga ikut serta dalam sesi praktik langsung yang dibimbing langsung oleh narasumber.

Melalui pelatihan ini, Pengurus NU Ranting Rejosari berharap, warga Desa Rejosari semakin mandiri dan siap secara keilmuan maupun mental ketika menghadapi musibah kematian di lingkungan sekitar, demi terciptanya masyarakat yang religius, solid, dan berdaya dalam bidang keagamaan.

Pewarta/Kontributor: NU Ranting Rejosari





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama